Perjalanan puisi

Ketika Kita menyadari akan turunnya hujan, akan tetapi Kita diam tanpa perduli. Seakan air itu hanyalah tetesan air yang akan membasahi tubuh.

puisiku berdiri

Akan tetapi disaat Kita merasakan kedinginan, Kita akan mengeluh dan ketika badan Kita meriang demam, bersin – bersin Kita menyalahkan. ” gara-gara hujan kemarin”Sebenarnya semua itu salah siapa ?

Lokasi Coffee & Me Baturaja

Setapak puisi adalah kisah perjalanan tentang kehidupan saat ini dan masa lalu yang tidak pernah terjamah oleh sebuah perasaan hati , perasaan kasih


Nuju hari…. Senin, kita masih bertemu Berbincang sendagurau seperti biasanya Selasa, bagai petir dimalam hari Berita itu datang…. Innalillahi…. Menghempas semua yg ada dikepalaku Aku terhenyak… Mau tidak percaya Semua langkah dan jejak bersamamu Silihberganti… Menari di mataku yg basah Aku menangis dalam diam Kehilangan ini tak ada dalam pikiran Namun ini kenyataan yg harus dapat diterima ❤️Selamat jalan saudaraku❤️ Pernah singgah dipikiranku Suatu hari nanti Kaulah yg mengurus kepergianku Namun, akulah yg melihat kepergianmu Ya Allah Berikanlah tempat yg terindah Bagi manusia yg terbaik ini… Amin Kehilangan ini tak dapat lagi kulukiskan Butuh waktu bagiku untuk menulis ini Aku menangis dalam diam untukmu Ada rindu yg menggila… Harus kuatasi Sampai hari ini… Nuju harimu Tak sempat lagi berucap “maaf” Kau telah mendahului, saudaraku Tinggal aku kumpulkan semua ceritamu Adakah amanah yg tersirat di kalimatmu InsyaAllah akan kulaksanakan dg baik. Yogyakarta, 20 desember 2020

Semangat

Semangat… Sebentar lagi aku mati Ini kataku Entah sudah berapa banyak aku teguk air Air sungai yg sungguh tidak bersahabat Aku tenggelam Tenggelam menuju kematian Kamu tenggelam Bukan karena kamu jatuh kedalam sungai Ucapan siapa ini? Begitu jelas di telingaku Siapa kamu? Ngawuuur Ini pasti suaraku Jelas jelas aku jatuh kedalam sungai ini Tapi bukan…

Follow My Blog

Hi… Senyawa itu sebuah respect antara Kita berdua, Mari lanjut kesesi yang lain.

Tinggalkan komentar