Tulisanku

Edi Katrie Oasenied

Puisiku Puisimu

Terkadang kita abaikan sebuah pikiran, kemudian kita lupa.
Saat kita coba untuk mengingatnya kembali, kita kesulitan. Baru kita tahu, pikiran tak selalu abadi melekat. Mungkin, pada peristiwa peristiwa tertentu (khusus) saja memori itu masih tersimpan… Walau samar.

Ah… Betapa kehilangan itu nyata yg dirasa.
Sebuah kerugian?

Ya pastinya. Seiring dengan bertambahnya usia, pikiran sudah sulit diajak kompromi dengan baik, sesuatu yang tidak ingin kita lupakan…

Ia hilang!!!
Maka, sebuah kebijakan harus kita ambil, untuk bisa berdamai dengan baik pada pikiran, agar selalu ada saat kita sudah lupa, jadilah dia pengingat yg bijaksana.
Tumpahkan semua dalam tulisan, bukan seperti buku diary…

Tapi rangkuman yg menjadi pedoman dalam bentuk “tulisanku” dan aku memilih jalur yang dinamakan “puisi” dengan harapan, bisa kutuang dengan cara pikiran yg elegan, jujur dan penuh nuansa.

Bisa saja apa yg pernah kau ucapkan, kau pikirkan, aku jadikan “puisimu” begitupun dengan diriku sendiri, aku tuang kedalam “puisiku” dengan demikian, dalam “tulisanku” yg kujadikan “puisiku puisimu” sekali waktu nanti bilamana kubaca, akan bersinergi dengan pikiranku. Mungkin saja, saat kubaca, aku dapat tersenyum atau bahkan meneteskan airmata.. itulah kenangan antara kau dan aku….

Terimakasih “tulisanku” jadilah pengingat yang baik bagi pikiranku… Katakan apa yang harus kau katakan. Disini, aku menunggu.

Terimakasih.

Yogjakarta 16 feb 2020